14 Juli 2013 pukul 20:35
Karena
dirimu....aku ada di sini. Mengenal berbagai macam karakter orang dari
berbagai macam latar belakang. Orang-orang yang tidak sempurna karena
sesuatu yang tidak mereka inginkan. Sebagian ada yang ikhlas menerima
cobaan itu, dan sebagian ada pula yang marah, tidak bisa menerima
kondisinya saat ini, menganggap bahwa Tuhan tidak lagi bersahabat dengan
dirinya.
Hidup mereka bergantung pada sebuah mesin. Kalau ingin
terus hidup, ya harus ber'sahabat' dengan mesin itu. Kalau tidak...maut
akan datang menjemput (pernyataan ini terlepas takdir dari Tuhan, karena
takdir Tuhan adalah pasti termasuk kematian dan apapun yang terjadi
semua atas seijin Alloh). Mereka seperti 'robot' yang harus rutin
dicharge...karena kalau tidak...mati. Kematian terasa begitu dekat di sini.
Di sini...aku juga belajar arti
cinta yang sesungguhnya. Cinta kepada Alloh...juga cinta kepada manusia.
Ada yang meninggalkan dan ada yang ditinggalkan. Ada yang pergi.....ada
yang datang. Ada tangis...ada tawa. Ada sedih...ada bahagia.
Kematian...adalah hal yang biasa. Tidak lagi ada tangisan jika ada yang
meninggal, itu adalah hal yang biasa, lumrah. Semua yang ada di sini menunggu giliran .... untuk
mati. Pekan lalu pak A, pekan ini ibu B dan bapak C, begitu
seterusnya. Tiap pekan hampir selalu ada yang kembali 'pulang'.
Di sini
juga, aku belajar tentang kesabaran, keihklasan dan semangat hidup.
Dengan keterbatasan fisiknya, mereka tetap semangat ingin hidup. Seolah-olah
ingin mengatakan, "Aku masih ingin hidup, ya Robb! Jangan ambil
nyawaku!"
Apakah kalian tahu siapa mereka? Ya, mereka adalah
penderita Cronic Kidney Diseas (semoga tidak salah ejaannya) atau
disebut juga Gagal Ginjal. Yah, inilah Poli Hemodialisa RSU Dr. Soetomo,
Surabaya. Di sinilah tiap Rabu dan Sabtu, suamiku menjalani
Hemodialisis (proses cuci darah) karena beliau adalah salah satu dari
mereka di Poli HD ini.